Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Timnas Balap Sepeda Indonesia Raih Podium Omnium JICF International Track Cup

iMSPORT.TV – Timnas Balap Sepeda Indonesia Raih Podium Omnium JICF International Track Cup. Tim nasional balap sepeda Indonesia berhasil menyapu bersih dua posisi teratas pada nomor Men Elite Madison dalam ajang, Japan Intercollegiate Cycling Federation (JICF) International Cup yang digelar di Tipstar Dome Chiba, Jepang, Sabtu (7/6/2025).

Dua atlet balap sepeda Indonesia Bernard Van Aert dan Muhammad Andy Royan meraih podium nomor Men Elite Omnium.

Bernard memastikan finis di urutan kedua di belakang atlet balap sepeda tuan rumah Kazushige Kuboki.

Konsistensi Bernard dalam empat nomor scratch, tempo, elimination, hingga points race, juga diikuti oleh kompatriotnya, Andy, yang finis di urutan ketiga, demikian hasil lomba dikutip dari UCI.

Keberhasilan Bernard dan Andy pada nomor omnium, menambah kesuksesan tim nasional balap sepeda Indonesia dalam ajang berlevel CL2 atau Class 2 itu.

Timnas Balap Sepeda Indonesia Raih Podium Omnium JICF International Track Cup

Timnas balap sepeda Indonesia merebut podium pertama dan kedua nomor Men Elite Madison, pada JICF International Track Cup, Sabtu (7/6). Bernard bersama Andy finis posisi pertama, disusul Terry Yudha Kusuma bersama Julian Abi Manyu di posisi kedua.

Namun, Terry Tudha dan Julian masing-masing harus puas di urutan keenam dan ke-11 di nomor omnium JICF International Track Cup.

Sementara bagi Bernard, keberhasilan naik podium pada dua nomor dalam JICF International Track Cup, melengkapi suksesnya di tur Jepang kali ini, ketika ia meraih medali perunggu nomor Points Race dalam Japan Track Cup I-II di Shizouka, Jepang, pekan lalu.

Pada Japan Track Cup I-II Bernard juga kalah cepat dari atlet balap sepeda Jepang Kazushige Kuboki.

Keikutsertaan dalam dua ajang di Jepang tersebut, juga merupakan upaya timnas balap sepeda Indonesia untuk mengumpulkan poin menuju Olimpiade Los Angeles 2028.

Lebih dari itu, ajang tersebut juga penting untuk mengumpulkan poin agar mereka dapat mengikuti World Champ pada Oktober di Chili. Sebab, dalam World Champion tidak ada kualifikasi sehingga hanya dapat diikuti atlet yang memiliki cukup poin atau peringkat.

(adm/amr)

Berita Olahraga Lainnya :

Leave a comment